QBeritakan.com - Bencana yang melanda Sumatera dalam beberapa pekan terakhir meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga. Dari banjir bandang di Sumatera Barat hingga genangan dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Aceh, alam seolah sedang mengingatkan kita bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama adalah kebutuhan yang tidak boleh ditunda.
Di Sumatera Barat, arus deras memutus akses warga, merusak rumah, dan membawa duka bagi keluarga yang kehilangan orang tercinta. Sementara di Aceh, hujan yang tak kunjung berhenti menggenangi desa-desa, membuat ribuan warga harus mengungsi dan menatap masa depan dengan penuh ketidakpastian. Dalam situasi seperti ini, tangis korban bukan hanya milik mereka—tetapi milik kita sebagai satu bangsa.
Dalam setiap musibah, tersembunyi pesan untuk menata ulang hubungan kita dengan lingkungan dan menebalkan rasa kemanusiaan antarsesama. Saudara-saudara kita di Sumbar dan Aceh membutuhkan dukungan—baik tenaga, doa, maupun bantuan nyata—untuk bangkit dari keterpurukan.
Ketika Sumatera menangis, seharusnya seluruh Indonesia mendengar. Dan ketika Sumatera bangkit, bangkitlah bersama kekuatan gotong royong seluruh anak bangsa.
