-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Renungan: Ketika Sumatera Menangis, Kita Belajar Menguat Bersama

Kamis, 11 Desember 2025 | Desember 11, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-10T18:07:04Z


QBeritakan.com
- Bencana yang melanda Sumatera dalam beberapa pekan terakhir meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga. Dari banjir bandang di Sumatera Barat hingga genangan dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Aceh, alam seolah sedang mengingatkan kita bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama adalah kebutuhan yang tidak boleh ditunda.

Di Sumatera Barat, arus deras memutus akses warga, merusak rumah, dan membawa duka bagi keluarga yang kehilangan orang tercinta. Sementara di Aceh, hujan yang tak kunjung berhenti menggenangi desa-desa, membuat ribuan warga harus mengungsi dan menatap masa depan dengan penuh ketidakpastian. Dalam situasi seperti ini, tangis korban bukan hanya milik mereka—tetapi milik kita sebagai satu bangsa.

Renungan ini mengajak kita melihat lebih dari sekadar berita bencana. Ada cerita keteguhan yang tidak terekam kamera, ada doa-doa lirih yang tidak terdengar, dan ada harapan yang tetap menyala meski diterpa air bah.
Bencana ini menyatakan satu hal: kita tidak bisa berjalan sendiri.

Kita diajak bertanya kembali kepada diri sendiri:
— Sudahkah kita menjaga alam sebagaimana ia menjaga kehidupan kita?
— Sudahkah kita hadir bagi saudara-saudara kita ketika mereka diuji?
— Sudahkah kita bersyukur atas keselamatan yang masih diberikan?

Dalam setiap musibah, tersembunyi pesan untuk menata ulang hubungan kita dengan lingkungan dan menebalkan rasa kemanusiaan antarsesama. Saudara-saudara kita di Sumbar dan Aceh membutuhkan dukungan—baik tenaga, doa, maupun bantuan nyata—untuk bangkit dari keterpurukan.

Ketika Sumatera menangis, seharusnya seluruh Indonesia mendengar. Dan ketika Sumatera bangkit, bangkitlah bersama kekuatan gotong royong seluruh anak bangsa.

Semoga Allah SWT memberikan perlindungan bagi para korban, ketabahan bagi keluarga yang terdampak, dan menguatkan langkah kita untuk menjaga alam lebih baik ke depan.
Karena pada akhirnya, bencana bukan akhir cerita—tetapi awal dari kesadaran baru.

Tag Terpopuler

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update