-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Momentum Hari Gizi Nasional ke-66: Menakar Efektivitas Makan Bergizi Gratis (MBG) Melalui Pangan Lokal

Minggu, 25 Januari 2026 | Januari 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-24T17:51:03Z


JAKARTA, qberitakan.id – Tanggal 25 Januari 2026 menjadi catatan penting bagi perjalanan kesehatan publik di Indonesia. Memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, publik tidak hanya bicara soal teori gizi, tetapi menaruh perhatian besar pada implementasi nyata program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi tulang punggung upaya intervensi gizi nasional.

Penulis: Prasetyo Budi

Simfoni Gizi: Antara Hajat Nasional dan Program MBG

HGN tahun ini mengusung tema "Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal". Tema ini seolah menjadi "kompas" bagi jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah ditekan untuk memastikan bahwa piring-piring makan anak sekolah tidak hanya berisi karbohidrat, tetapi benar-benar memenuhi standar Isi Piringku.

Program MBG diharapkan bukan sekadar proyek pembagian makanan masal, melainkan momentum transformasi ekonomi rakyat. Dengan mengutamakan bahan baku dari petani dan peternak lokal, MBG secara otomatis menjawab tantangan HGN dalam hal kemandirian pangan.

Intervensi Stunting dan Kualitas SDM

Prasetyo Budi mencatat bahwa stunting masih menjadi "hantu" bagi masa depan Indonesia Emas 2045. Data terbaru menunjukkan tren penurunan, namun angka 14% masih menjadi target yang menantang.

"HGN ke-66 dan momentum MBG harus menjadi satu kesatuan. MBG adalah alat angkut gizi yang paling masif yang pernah kita miliki. Jika dikelola dengan sains gizi yang tepat—menggunakan protein hewani seperti ikan kembung dan telur lokal—kita sedang memutus rantai kemiskinan dan stunting sekaligus," ujar salah satu pengamat kebijakan publik.

Tantangan: Edukasi di Atas Piring

Namun, tantangan besar tetap ada. Program MBG tidak boleh berhenti pada aspek distribusi. Pakar gizi mengingatkan bahwa edukasi tetap menjadi kunci. Tanpa pemahaman yang baik dari orang tua dan anak, makanan bergizi seringkali berakhir di tempat sampah karena preferensi rasa pada makanan cepat saji yang tinggi gula dan garam.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional diharapkan memanfaatkan momentum HGN ini untuk memperketat pengawasan mutu nutrisi pada setiap paket makanan yang didistribusikan.

Harapan untuk Masa Depan

Melalui tulisan ini, kita diingatkan bahwa kesehatan sebuah bangsa dimulai dari apa yang ada di atas piring generasi mudanya. Hari Gizi Nasional ke-66 harus menjadi titik balik di mana kebijakan pemerintah (MBG) dan kesadaran masyarakat bersatu demi menciptakan Indonesia yang lebih kuat.


Laporan: Redaksi qberitakan.id Penulis: Prasetyo Budi



Tag Terpopuler

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update