Bandar Lampung – QBeritakan.id
Gubernur Lampung menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan resmi pemerintah daerah yang menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman paham radikalisme yang dapat merusak keharmonisan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Gubernur Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, hingga generasi muda untuk memperkuat komitmen bersama menjaga Lampung tetap aman dan damai.
“Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama dalam menjaga NKRI. Kita harus bersama-sama mencegah masuknya paham radikal yang dapat memecah belah bangsa,” tegasnya.
Gubernur juga menekankan bahwa radikalisme tidak hanya berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, tetapi juga dapat mengancam stabilitas sosial, pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia berharap seluruh masyarakat Lampung dapat lebih bijak dalam menerima informasi, khususnya di media sosial, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang mengarah pada perpecahan.
Selain itu, Gubernur Lampung mendorong seluruh pihak agar meningkatkan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, tentang nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta pentingnya menjaga keberagaman.
Menurutnya, Lampung sebagai daerah yang kaya budaya dan beragam suku harus menjadi contoh daerah yang menjunjung tinggi persatuan dan kedamaian.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah bersama Forkopimda dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat Lampung terhadap berbagai ancaman, termasuk penyebaran paham ekstrem dan radikal.
Dengan adanya seruan ini, pemerintah berharap Lampung dapatr dapat terus menjaga kondusifitas wilayah, sehingga pembangunan daerah berjalan lancar dan masyarakat dapat hidup aman serta sejahtera.
Catatan Redaksi:
Isu radikalisme menjadi perhatian nasional, sehingga peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Reporter: Tim Redaksi qberitakan.id
Editor: Redaksi
