Perempuan tersebut diketahui bernama Kezia Syifa, berasal dari Tangerang, Banten. Dalam video yang beredar luas, Kezia tampak mengenakan seragam militer lengkap dengan hijab, sebuah pemandangan yang jarang terlihat dan langsung menarik perhatian warganet.
Bergabung dengan Army National Guard
Berdasarkan penelusuran berbagai sumber, Kezia saat ini bergabung dengan Army National Guard di negara bagian Maryland, Amerika Serikat. Army National Guard merupakan bagian dari militer cadangan AS yang dapat dikerahkan untuk kepentingan negara bagian maupun nasional.
Keluarga Kezia menjelaskan bahwa mereka telah menetap di Amerika Serikat sejak 2023 dan memiliki izin tinggal tetap (green card). Kezia disebut mendaftar secara resmi dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang ditetapkan oleh pihak militer AS.
Meski mengenakan seragam militer, Kezia tetap menjalankan keyakinannya dengan mengenakan hijab, yang diizinkan dalam kebijakan keberagaman Angkatan Darat Amerika Serikat.
Bukan Pasukan Tempur
Menanggapi kekhawatiran warganet, keluarga menyebut bahwa Kezia tidak ditempatkan sebagai pasukan tempur garis depan, melainkan menjalankan tugas di bidang tertentu sesuai kebutuhan satuan. Namun demikian, detail tugasnya tidak diungkap secara rinci.
Status Kewarganegaraan Disorot
Viralnya kisah Kezia juga memicu diskusi luas mengenai status kewarganegaraan Indonesia. Indonesia menganut prinsip kewarganegaraan tunggal, sehingga WNI yang secara sukarela bergabung dengan militer asing berpotensi kehilangan status kewarganegaraannya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait status kewarganegaraan Kezia. Pihak keluarga menyebut bahwa proses administrasi dan status hukum masih berjalan sesuai aturan yang berlaku di Amerika Serikat.
Respons Publik Terbelah
Di media sosial, respons warganet terbelah. Sebagian memberikan dukungan dan apresiasi atas keberanian Kezia meniti karier di luar negeri, sementara lainnya mempertanyakan aspek hukum dan loyalitas kewarganegaraan.
Kisah Kezia Syifa menjadi potret dinamika globalisasi, identitas, dan hukum kewarganegaraan yang kini semakin kompleks, terutama bagi generasi muda Indonesia yang berkiprah di luar negeri.
