-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita


FENOMENA PARKIR RIBUT MASALAH 2000 RUPIAH, DIAM DISAAT PANTAI PADANG TAK PERNAH TERURUS

Rabu, 28 Januari 2026 | Januari 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-28T00:55:41Z


QBeritakan.id - Petugas parkir minta uang di awal, pengunjung keberatan, direkam, lalu viral. Komentar pun ramai. Ada yang merasa dizalimi, ada yang merasa dibenarkan. Tapi jarang yang mau bertanya lebih jauh kenapa konflik kecil ini terus terjadi?

Kondisi ekonomi Kota Padang sedang tidak baik-baik saja. Lapangan kerja makin sempit, biaya hidup naik, dan sektor informal jadi satu-satunya pilihan bagi banyak warga pesisir. Menjaga pantai, mengatur parkir, mengawasi kendaraan itulah cara mereka bertahan.

Selama bertahun-tahun, kawasan Pantai Padang nyaris tidak berkembang, tidak ada atraksi baru, tidak ada konsep wisata yang serius, tidak ada dorongan ekonomi yang benar-benar menghidupkan kawasan ini.

Padahal, pinggiran pantai adalah nilai utama Kota Padang di sektor pariwisata.

Di tengah kekosongan itu, warga sekitar mengisi celah, sebagian petugas parkir memang tercatat dan menyumbang pendapatan daerah sebagian lagi memilih tidak peduli pada setoran, karena mereka sadar
memberi uang ke pemerintah kota tak pernah kembali dalam bentuk pembangunan di tempat mereka tinggal.

Bagi mereka, yang penting hari ini dapur mengepul bukan lagi laporan keuangan. Di sisi lain, pengunjung juga perlu jujur. Sebagian besar yang ribut adalah warga kota sendiri yang datang ke pantai tanpa biaya masuk, menikmati ruang publik, lalu merasa keberatan dengan Rp2.000–Rp5.000.

Uang itu jangan selalu dilihat sebagai “uang jaga kendaraan”. Di kondisi pantai yang ramai dan memanjang, tidak mungkin petugas mengejar satu per satu kendaraan yang pergi. meminta di awal adalah cara paling realistis.

Masalah sesungguhnya bukan di uang parkir, masalahnya ada pada ketiadaan empati dan absennya pengelolaan serius. kalau kawasan ini dibangun dengan baik, kalau ada atraksi, lapangan usaha, dan sistem parkir yang jelas, konflik seperti ini tak akan jadi tontonan tahunan.

Ribut soal 5 ribu itu mudah. Tapi bertanya kenapa Pantai Padang dibiarkan g beban hidupnya ditanggung warga sekitar.

Tag Terpopuler

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update