LIVE NEWS
BREAKING NEWS
Ikuti kabar terbaru QBeritakan.id hari iniBerita Nasional • Daerah • Politik • Ekonomi • Hukum
Lihat Semua

lisensi

Iklan

PB-AGROSMART Logo
Dokter Tanaman Digital

Bertani Lebih Mudah <span>Tanpa Khawatir!</span>

Diagnosis semua hama & penyakit tanaman makin gampang serta anjuran penanganan tepat.

Coba Sekarang → #YukPetaniMaju
Wartawan Goes Too Campus
Minggu, 07 Januari 2024, Januari 07, 2024 WIB
Last Updated 2024-01-07T13:27:45Z
Debat Capres ke 3debat capres Pemilu 2024Ganjar MahfudHeadline NewsPemilu 2024Pilpres 2024Politik

Debat Capres Ke-3 2024 : IKN Pusat Gravitasi Baru, Perlu Pendataan Gelar Pasukan

Advertisement

QBeritakan.com - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan perlu dilakukan pendataan gelar pasukan khususnya di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur yang akan menjadi pusat gravitasi baru.

“Kita perlu melakukan pendataan gelar pasukan karena IKN menjadi pusat gravitasi baru. Dan ini bagian dari antisipasi terhadap tarung Global antara Amerika Serikat dan Tiongkok,” kata Ganjar saat menyampaikan visi-misi pada debat ketiga Pilpres 2024, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Lebih lanjut, Ganjar pada kesempatan itu juga mendorong diplomasi untuk masalah iklim global. “Problem krisis iklim barangkali akan kita selesaikan dengan membawa pola-pola diplomasi sesuai dengan kekinian yang diperlukan.”

“Atau barangkali kepentingan UMKM yang mesti kita bawa ke dunia internasional seperti praktek yang pernah kami lakukan di Jawa Tengah. Dan itu membikin masyarakat akan merasakan politik luar negeri jauh lebih baik,” paparnya.

Ganjar pun mendorong agar pertahanan sistem pertahanan rakyat semesta. “Kita lapisi dengan pertahanan yang betul-betul per lapis dan kita jadikan benteng pertahanan nusantara sebagai sebuah satu kesatuan."

“Untuk itulah pertahanan kita mesti masuk pada wilayah 5.0 dengan teknologi sakti dengan rudal hipersonik, senjata cyber, sensor Quantum dan sistem senjata otonom dan itu bisa dilakukan kalau anggaran dari Kemenhan itu 1 sampai 2% dari PDB,” pungkasnya.