LIVE NEWS
BREAKING NEWS
Ikuti kabar terbaru QBeritakan.id hari iniBerita Nasional • Daerah • Politik • Ekonomi • Hukum
Lihat Semua

lisensi

Iklan

PB-AGROSMART Logo
Dokter Tanaman Digital

Bertani Lebih Mudah <span>Tanpa Khawatir!</span>

Diagnosis semua hama & penyakit tanaman makin gampang serta anjuran penanganan tepat.

Coba Sekarang → #YukPetaniMaju
Wartawan Goes Too Campus
Senin, 20 November 2023, November 20, 2023 WIB
Last Updated 2023-11-20T01:23:03Z
filmFilm terbaikfilm TerbaruMalaikat Tanpa Sayap'MovieReview Film

'Malaikat Tanpa Sayap', ketika malaikat diberikan perasaan jatuh cinta!

Advertisement


QBeritakan.com - Dalam kehidupan ini, kesempatan kedua adalah sesuatu yang sangat langka tetapi begitu banyak diharapkan oleh beberapa pihak. Banyak orang berandai-andai mengenai apa yang akan mereka lakukan jika diberikan kesempatan kedua. Terutama jika diberikan kesempatan kedua dalam hidup.

Malaikat Tanpa Sayap memberikan sebuah gambaran mengenai hal itu dari sudut pandang Maya, seorang perempuan yang baru saja divonis kanker. Di dalam hidupnya yang begitu hampa dan tanpa harapan, ia kemudian mendapatkan keajaiban lewat pertemuan dengan sosok yang cukup misterius. Ia adalah Bara, sesosok lelaki yang kemudian mengaku adalah malaikat yang ditugaskan untuk menemani Maya di saat terakhirnya. Sosok yang kemudian menjadi pelipur lara bagi Maya membantunya di kala ia butuh sokongan.

Film ini menggambarkan mengenai harapan dengan cukup intim. Disorot dengan visual yang begitu sendu, film ini dapat dikatakan sangat mewakili perasaan Maya yang hampa. Di dalam hidupnya, ia sudah ditinggalkan oleh hampir seluruh orang-orang terdekatnya. Ia hanya punya satu sahabat yang untungnya begitu setia dalam mendukungnya. Kehadiran Bara adalah sebuah anugerah yang begitu baik baginya.

Dalam suatu sesi diskusi, sutradara Danial Rifki mengatakan kalau ketika proses pembuatan film ini, ia cukup banyak terinfluensi dari karya-karya sutradara animasi asal Jepang, Makoto Shinkai. Memang terlihat ada beberapa unsur dari karya-karya Makoto yang cukup kental di sini. Begitupun pengakuan Ciccio Manasero yang mengaku banyak belajar dari film karya Wim Wenders, Wings of Desire yang cukup ada influensi di karakternya sebagai malaikat. Kekuatan dari referensi itu cukup terlihat nyata.

Malaikat Tanpa Sayap adalah film tentang harapan dan keinginan yang kuat untuk bangkit. Dalam kisahnya yang sederhana, film ini dapat dikatakan sebagai suatu karya yang cukup dapat dijadikan sebagai suatu refleksi dalam menjalani kehidupan. Jangan pernah hilang harapan, karena selama ada harapan, pasti ada jalan.