LIVE NEWS
BREAKING NEWS
Ikuti kabar terbaru QBeritakan.id hari iniBerita Nasional • Daerah • Politik • Ekonomi • Hukum
Lihat Semua

lisensi

Iklan

Ruang Iklan
QBeritakan.com
Sabtu, 05 Agustus 2023, Agustus 05, 2023 WIB
Last Updated 2023-08-05T12:18:15Z
Air BangisDemonstrasiHeadline NewsKontraversi PSNPSN

Wabup Pasbar Turun Tangan "Warga Air Bangis Menolak Pulang Sebelum Ada Solusi"

Advertisement

QBeritakan.com - Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Risnawanto mendatangi warga dari Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis di Masjid Raya Sumatra Barat, Sabtu siang (5/8/2023). Ia mengajak 1.500-an warga itu untuk pulang dan kembali ke kampung halaman masing-masing.

Riswanto mengatakan akan menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para warga.

"Bapak ibuk adalah warga Pasaman Barat, pemerintah daerah akan selalu hadir untuk menjamin keselamatan bapak ibuk. Kalau mau pulang hari ini, akan kami kawal," katanya di depan ribuan warga Air Bangis yang mendengarkan di lantai dasar Masjid Raya Sumbar.

Selang beberapa saat terjadi dialog antar masyarakat dan pihak pemerintah. Salah seorang warga sepuh Pigogah Patibubur maju menyampaikan aspirasinya.

"Belum ada Kabupaten Pasaman Barat dan Bupati waktu saya bawa warga ini ke Pigogah. Saya siap mati di sini," ucapnya di depan wakil bupati dan warga yang hadir.

Koordinator lapangan aksi Haris Ritonga menyatakan, bagaimana masyarakat mau pulang kalau keluarga mereka ada yang ditahan. Untuk itu, mereka meminta warga Pigogah Patibubur yang ditangkap Polda Sumbar pada 20 Juli lalu dibebaskan.

"Pada dasarnya ini bukan kemauan kami. Kami ndak mau juga ini terjadi. Kami terpaksa melakukan. Kami hanya meminta kepastian hukum terhadap hidup kami," ucap Haris kepada Wabup Pasbar Risnawanto.

Ia melanjutkan, bahwa warga dari jauh-jauh hari sudah meminta untuk tolong diselesaikan soal masalah tanah yang ada. Terlebih bupati dan pemerintah daerah adalah gugus tugas reforma agraria.

"Kami mau kemajuan Pasaman Barat, kemajuan Sumatra Barat. Tapi tolonglah, berapa lah tanah kami, ini diklaim semua. Kami ndak nyuri. Kami hanya menjual apa yang kami tanam," lanjut Haris yang didukung warga.

Karena niat awalnya tak diamini warga, Risnawanto lalu menawarkan opsi agar pihaknya memfasilitasi warga berdialog dengan Gubernur Sumbar. (*)
X
Ruang Iklan
X
Ruang Iklan